Bingung tentang cara bikin rencana masa depan? Yuk simak kegiatan Q-Talk dari PrivatQ berikut!

PrivatQ pada tanggal 7 April 2018 mengadakan Q-Talk dengan tema “Preparing the Youth for Their Future”. Q-Talk merupakan program PrivatQ sebagai wujud kepedulian akan masa depan generasi muda Indonesia. Talkshow yang dikemas secara ringan ini juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi interaktif antara masyarakat dengan PrivatQ untuk berbagi ide dan pengalaman inspiratif. Dengan adanya Q-Talk, PrivatQ ingin masyarakat di Indonesia khususnya generasi muda mulai dari pelajar, mahasiswa atau bahkan para freshgraduate dapat membekali diri dengan rencana, tujuan dan hal-hal apa saja yang sekiranya dapat dipersiapkan untuk mewujudkan mimpi mereka di masa depan.

“Cita-cita kami (red. PrivatQ) adalah memberikan kemudahan akses pendidikan dan ilmu bagi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu kami menghadirkan program Q-Talk sebagai ajang silaturahmi interaktif antara masyarakat dengan PrivatQ agar terciptanya hubungan seperti layaknya teman belajar. Kami juga sangat terbuka dengan saran dari rekan-rekan sekalian agar dapat meningkatkan kualitas layanan kami.” ujar Walissa Tanaya selaku Product Manager PrivatQ.

Q-Talk perdana ini diselenggarakan di kota Yogyakarta bertempat di Aula STBA LIA. Pada kesempatan ini PrivatQ menyelenggarakan 2 sesi dengan topik yang berbeda dan menghadirkan 4 pembicara dengan berbagai background dan sudah berpengalaman dalam bidangnya. Dua topik Q-Talk #1 yakni “Mapping Your Future” dan “Saving for Living” dipilih karena hal perencanaan masa depan serta tujuan masa depan itu harus jelas, selain itu faktor financial juga merupakan faktor pendukung yang tidak kalah penting, sehingga generasi muda seharusnya mengetahui tentang ilmu dasar dalam kedua hal tersebut.

Pada sesi 1 dengan topik talkshow “Mapping Your Future” dihadiri oleh Asep Suryana sebagai mahasiswa berprestasi nasional sekaligus Co-Founder PrivatQ dan Rifaldy Fajar yang merupakan peraih beasiswa SEAMS School, Hanoi, Vietnam. Talkshow di sesi ini para speakers berbagi cerita tentang bagaimana memilih jurusan studi yang tepat, apakah jurusan tertentu dan nilai IPK menjamin perjalanan karir yang mulus, serta berbagai topik lain yang menjadi “kegalauan” generasi muda saat ini. Acara yang dimulai pada pukul 9.00 sampai dengan pukul 12.10 berjalan dengan lancar dan diikuti oleh 40 orang pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta. Di akhir sesi Q-Talk, peserta diminta untuk praktek dalam membuat mapping tentang cita-cita di masa depan dan langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mewujudkan cita-cita mereka.

Selepas ISHOMA, beralih ke sesi kedua yang mengusung topik “Saving for Living”. Yovie Cahya selaku pembicara dalam Q-Talk sesi dua menjelaskan tentang bagaimana mengatur keuangan bagi generasi muda, serta potensi pendapatan yang bisa dikembangkan oleh pelajar ataupun mahasiswa. PrivatQ menghadirkan pula Muhammad Imam Bukhori, merupakan lulusan inspiratif dan entrepreneur muda owner Rumah Ori yang berhasil membiayai 12 anggota keluarganya sembari menjalankan kuliah di Yogyakarta. Pemuda yang baru saja mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Politik ini bercerita bagaimana awalnya membangun bisnis “Rumah Ori”, bermula dari menitipkan makanan buatannya di koperasi kampus, membuat pesanan dari teman-teman kuliah hingga akhirnya memiliki warung makan seperti sekarang dengan omset yang tidak sedikit. “Acara-acara seperti ini yang saya harapkan dapat berkelanjutan. Apalagi dengan mengangkat tema-tema yang sedang fenomenal di masyarakat atau hal-hal kekinian. Karena anak-anak muda memang energy dan potensinya harus diarahkan supaya bisa memberikan manfaat untuk diri sendiri dan lingkungan sekitarnya” papar Ori.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ika Nur Jannah sebagai peserta Q-Talk di sesi pertama, “Saya seneng banget ada acara Q-Talk ini. Terlebih saya jadi tau bagaimana sudut pandang perusahaan dalam merekrut karyawan. Harapannya akan ada acara selanjutnya dengan tema-tema yang lebih spesifik lagi, kaya diadakan workshop bagaimana menulis resume dan soft skill lainnya”, ungkapnya.

“Alhamdulillaah Program Q-Talk mendapat feedback yang positif dari audience, rencananya ini akan menjadi program rutin yang nanti akan dikelola oleh department community PrivatQ bersama dengan Q-Ambassador” tambah Walissa.